Author : Kim Rae Rim
Cast : Krystal (Fx) , Jonghyun (SHINee) , Janey (GP Basic)
Genre : Familly, Sad
Ratting : PG14
Cast : Krystal (Fx) , Jonghyun (SHINee) , Janey (GP Basic)
Genre : Familly, Sad
Ratting : PG14
Note : Ini adalah FF ke.2 saya.
Yang pertama adalah comedy. So, mohon di maklumi jika tidak seru bagi anda J
=> Mohon tinggalkan Komentar jika sudah membacanya. Gomawo J
=> Mohon tinggalkan Komentar jika sudah membacanya. Gomawo J
Happy Reading……..
Di pagi hari, di suatu rumah yang besar, hiduplah sebuah
keluarga yang harmonis. Terdiri dari Appa (Jjong), Eomma (Krystal), anak
(Janey). Mereka hidup bahagia. Saat itu, mereka ingin berlibur ke P.Jaeju.
Janey P.O.V
Hari ini adalah
hari yang sangat menyenangkan bagiku. Karena, aku akan pergi berlibur dengan
Eomma, Appa ke P.Jaeju. Aku bersiap-siap untuk liburan. Aku bangun pagi, lalu
berdandan dan memilih baju yang akan kubawa nanti. Saat sudah selesai aku
siap-siap, aku turun kebawah untuk sarapan. Dan yang aku lihat adalah…..
“Kosong.? Dimana Eomma Appa.? Jangan bilang mereka masih tidur…. Huh -__-” Celetukku kesal
saat aku melihat di kamar Eomma, ternyata benar. Mereka masih tidur. Huh, mereka sepertinya melupakan hari istimewa ini
“Eomma…. Appa…. Bangun…. Apakah kalian lupa kita akan ke P.Jaeju.?” Ucapku sambil menimpa Eomma dan Appa. Beberapa saat kemudian, aku beranjak dari kasur dan duduk di pinggir kasur sambil memasang wajah cemberut.
“Oh iya. Eomma ingat kok. Cuma bangun kesiangan aja.. woaaahhhh.” Sahut Eomma sambil menguap dan bangun dari tidur
“Palli. Ntar keburu siang. Palli Eomma….” Rengekku
“Ne. Jjong~ah… Bangun. Kita sudah kesiangan. Ya!” Kata Eomma berusaha untuk membangunkan Appa yang begitu susah untuk dibangunkan
“Eo…. Aku bangun” Jawab Appa dengan mata yang masih menutup rapat.
“Appa… Palli. Apakah kau melupakan hari ini.?” Ucapku sambil menangis sedih
“Oh, aniyeo. Appa ingat kok. Ayo kita bersiap” Sahut Appa yang begitu bersemangat setelah mendengarku menangis
“Aish…” Bisik Eomma sambil menitihkan air mata juga. Karena kalau aku menangis, Eomma juga ikut menangis
“Uljima. Appa kan sudah bangun. Tunggu di meja makan ya. Appa mau siap-siap dulu.” Rayu Appa padaku agar tidak menangis lagi
“Ne. Palli” Ucapku sambil tersedu karena tangisanku tadi
“Eitt…. Hapus dulu air matanya. Anak Appa tidak boleh menangis. Jadi jelek tau. Ara” Ujar Appa sambil mencolek hidungku
Aku juga sempat melihat Eomma yang tersenyum melihat Appa yang seperti itu
“Ne. Hiks hiks” Jawabku sambil mengusap air mata yang jatuh di pipiku
Sudah 10 menit berlalu. Appa dan juga Eomma belum ke ruang makan. Aku menunggu dan menunggu. Dan akhirnya, mereka pun datang ke ruang makan.
“Huh, lama sekali…” Protes.ku
“Mianhae… Tadi Appa lupa untuk membawa sesuatu.” Sahut Appa sambil melirk-lirik Eomma. Seperti memberi kode rahasia saja
“Apa.? Apakah aku boleh tahu.?” Tanyaku penasaran
“Oh, tentu dong. Kau harus tahu ini” Jawab Eomma sambil menaik-naikkan alisnya dan melihat Appa. Aku jadi semakin penasaran
“Mwo.?” Tanyaku sambil memasang wajah yang manis
“Ttaarraaaaaa……” Ucap Appa yang sambil menyodorkan sebuah kotak besar ke hadapanku
“Ige Mwoya.?” Tanyaku heran
“Sudahlah. Buka saja” Sahut Eomma
Saat aku buka, ternyata…..
“Topi.? Wah, neomu yeppeuda…. Gomapseumnida Eomma… Appa… Nae jeongmal haengbokhan” Sahutku gembira saat melihat isi kotak tersebut
“Ini yang membelikan Eomma lho….” Ujar Appa sambil melirik Eomma
“Oh, Gomawo Eomma….” Ucapku pada Eomma
“Ehm… Cheonma, sayang….” Jawab Eomma sambil memelukku dan juga Appa. Dan aku sibuk melihat topi itu
“Ehm… Kajja, kita berangkat.” Ucapku
“Oke. Tapi, apakah kau tidak membeli cemilan.?” Ingat Eomma
“Ah, geurae. Aku hamper lupa. Nanti beli dulu ya” Pintaku pada Appa dan Eomma
“Ne…..” Sahut Appa yang sedang mengambil kunci mobil
“Kosong.? Dimana Eomma Appa.? Jangan bilang mereka masih tidur…. Huh -__-” Celetukku kesal
saat aku melihat di kamar Eomma, ternyata benar. Mereka masih tidur. Huh, mereka sepertinya melupakan hari istimewa ini
“Eomma…. Appa…. Bangun…. Apakah kalian lupa kita akan ke P.Jaeju.?” Ucapku sambil menimpa Eomma dan Appa. Beberapa saat kemudian, aku beranjak dari kasur dan duduk di pinggir kasur sambil memasang wajah cemberut.
“Oh iya. Eomma ingat kok. Cuma bangun kesiangan aja.. woaaahhhh.” Sahut Eomma sambil menguap dan bangun dari tidur
“Palli. Ntar keburu siang. Palli Eomma….” Rengekku
“Ne. Jjong~ah… Bangun. Kita sudah kesiangan. Ya!” Kata Eomma berusaha untuk membangunkan Appa yang begitu susah untuk dibangunkan
“Eo…. Aku bangun” Jawab Appa dengan mata yang masih menutup rapat.
“Appa… Palli. Apakah kau melupakan hari ini.?” Ucapku sambil menangis sedih
“Oh, aniyeo. Appa ingat kok. Ayo kita bersiap” Sahut Appa yang begitu bersemangat setelah mendengarku menangis
“Aish…” Bisik Eomma sambil menitihkan air mata juga. Karena kalau aku menangis, Eomma juga ikut menangis
“Uljima. Appa kan sudah bangun. Tunggu di meja makan ya. Appa mau siap-siap dulu.” Rayu Appa padaku agar tidak menangis lagi
“Ne. Palli” Ucapku sambil tersedu karena tangisanku tadi
“Eitt…. Hapus dulu air matanya. Anak Appa tidak boleh menangis. Jadi jelek tau. Ara” Ujar Appa sambil mencolek hidungku
Aku juga sempat melihat Eomma yang tersenyum melihat Appa yang seperti itu
“Ne. Hiks hiks” Jawabku sambil mengusap air mata yang jatuh di pipiku
Sudah 10 menit berlalu. Appa dan juga Eomma belum ke ruang makan. Aku menunggu dan menunggu. Dan akhirnya, mereka pun datang ke ruang makan.
“Huh, lama sekali…” Protes.ku
“Mianhae… Tadi Appa lupa untuk membawa sesuatu.” Sahut Appa sambil melirk-lirik Eomma. Seperti memberi kode rahasia saja
“Apa.? Apakah aku boleh tahu.?” Tanyaku penasaran
“Oh, tentu dong. Kau harus tahu ini” Jawab Eomma sambil menaik-naikkan alisnya dan melihat Appa. Aku jadi semakin penasaran
“Mwo.?” Tanyaku sambil memasang wajah yang manis
“Ttaarraaaaaa……” Ucap Appa yang sambil menyodorkan sebuah kotak besar ke hadapanku
“Ige Mwoya.?” Tanyaku heran
“Sudahlah. Buka saja” Sahut Eomma
Saat aku buka, ternyata…..
“Topi.? Wah, neomu yeppeuda…. Gomapseumnida Eomma… Appa… Nae jeongmal haengbokhan” Sahutku gembira saat melihat isi kotak tersebut
“Ini yang membelikan Eomma lho….” Ujar Appa sambil melirik Eomma
“Oh, Gomawo Eomma….” Ucapku pada Eomma
“Ehm… Cheonma, sayang….” Jawab Eomma sambil memelukku dan juga Appa. Dan aku sibuk melihat topi itu
“Ehm… Kajja, kita berangkat.” Ucapku
“Oke. Tapi, apakah kau tidak membeli cemilan.?” Ingat Eomma
“Ah, geurae. Aku hamper lupa. Nanti beli dulu ya” Pintaku pada Appa dan Eomma
“Ne…..” Sahut Appa yang sedang mengambil kunci mobil
Saat sampai di CK (sejenis supermarket), aku mengambil
beberapa cemilan yang terlihat enak. Aku mengambil banyak cemilan dan minuman.
sepertinya aku akan menjadi gemuk jika seperti ini
“Eomma, sudah. Aku hanya mengambil ini” Ucapku sambil melihat untuk mencari Eomma
“Oh, sudah.? Oke. Berapa semua.?” Tanya Eomma pada kasir itu
“5ribu” Sahut kasir tadi
“Oh, Igo. Kajja.” Sahut Eomma sambil memberikan uang pada kasir itu dan beranjak menuju mobil untuk melanjutkan perjalanan
akhirnya berangkat juga. Yippiee…. Aku sungguh senang sekali
saat sudah di P.Jaeju, aku masih tertidur. Karena sampai P.Jaeju malam hari
sepertinya aku akan menjadi gemuk jika seperti ini
“Eomma, sudah. Aku hanya mengambil ini” Ucapku sambil melihat untuk mencari Eomma
“Oh, sudah.? Oke. Berapa semua.?” Tanya Eomma pada kasir itu
“5ribu” Sahut kasir tadi
“Oh, Igo. Kajja.” Sahut Eomma sambil memberikan uang pada kasir itu dan beranjak menuju mobil untuk melanjutkan perjalanan
akhirnya berangkat juga. Yippiee…. Aku sungguh senang sekali
saat sudah di P.Jaeju, aku masih tertidur. Karena sampai P.Jaeju malam hari
Krystal P.O.V
“Ssshhttttt….. jangan membangunkannya. Kasian, langsung bawa
ke kamar saja” Kataku sambil berbisik ke Jjong Oppa
“Eo. Geurae.. tolong ambilkan sepatunya ya” Balasnya sambil menggendong Janey.
“Eo. Ne.” sahutku sambil mengambil sepatunya yang terjatuh
saat sampai di kamar Janey, aku berbisik ke Oppa
“Ya! Bagaimana kalau besok kita bangun pagi-pagi sekali.? Kita sama-sama membuat kue untuk ultahmya Janey besok.” Ajakku pada Oppa
“Wah, ide yang bagus. Baiklah.” Sahut Oppa
kemudian aku ke kamarku bersama Oppa untuk tidur. Karena sangat lelah.
#keesokan harinya
“Hey, bangun chagi. Ayo kita membuat kue.” Ucapku sambil membangunkannya
“Eo eo. Aku bangun” Sahut Oppa yang sedang beranjak dari tempat tidur.
saat sudah di dapur, aku pun mengambil bahan-bahan yang sekiranya diperlukan. Saat membuat adonan, tiba-tiba Jjong Oppa mencolekkan Krim ke wajahku. Kami pun bermain-main. Saat waktu telah menunjukkan pukul 5, aku dan Jjong Oppa bersiap-siap untuk membuat kejutan. Mematikan lampu, dan kue tartnya di sembunyikan
saat Janney keluar kamar.,,
“Kenapa begitu gelap gurita *nah lho .? Eomma, Appa..?” Panggil Janey yang sambil menyalakan lampunya. Dan tiba-tiba
“Saengil Chukkahamnida….#Happy Birthday song played” Suaraku dan suara Jjong Oppa bersamaan sambil menodohkan kue.nya ke Janey
“Wah…. Gomawo Eomma Appa…. Kalian yang terbaik.” Jawabnya sambil ingin meniup lillinnya
“Eits, make a wish dulu sebelum meniup lilinnya” Sahut ku
“Eo. Geurae.. tolong ambilkan sepatunya ya” Balasnya sambil menggendong Janey.
“Eo. Ne.” sahutku sambil mengambil sepatunya yang terjatuh
saat sampai di kamar Janey, aku berbisik ke Oppa
“Ya! Bagaimana kalau besok kita bangun pagi-pagi sekali.? Kita sama-sama membuat kue untuk ultahmya Janey besok.” Ajakku pada Oppa
“Wah, ide yang bagus. Baiklah.” Sahut Oppa
kemudian aku ke kamarku bersama Oppa untuk tidur. Karena sangat lelah.
#keesokan harinya
“Hey, bangun chagi. Ayo kita membuat kue.” Ucapku sambil membangunkannya
“Eo eo. Aku bangun” Sahut Oppa yang sedang beranjak dari tempat tidur.
saat sudah di dapur, aku pun mengambil bahan-bahan yang sekiranya diperlukan. Saat membuat adonan, tiba-tiba Jjong Oppa mencolekkan Krim ke wajahku. Kami pun bermain-main. Saat waktu telah menunjukkan pukul 5, aku dan Jjong Oppa bersiap-siap untuk membuat kejutan. Mematikan lampu, dan kue tartnya di sembunyikan
saat Janney keluar kamar.,,
“Kenapa begitu gelap gurita *nah lho .? Eomma, Appa..?” Panggil Janey yang sambil menyalakan lampunya. Dan tiba-tiba
“Saengil Chukkahamnida….#Happy Birthday song played” Suaraku dan suara Jjong Oppa bersamaan sambil menodohkan kue.nya ke Janey
“Wah…. Gomawo Eomma Appa…. Kalian yang terbaik.” Jawabnya sambil ingin meniup lillinnya
“Eits, make a wish dulu sebelum meniup lilinnya” Sahut ku
Janey P.O.V
Aku pun bingung, mau make a wish apa
“Baiklah.” Balasku
Aku berharap, kebahagiaan ini tak akan hilang. Aku akan selalu bersama Appa dan Eomma. Semoga mereka panjang umur agar dapat melewati kebahagiaan seperti ini lagi
“buhhh…” akhirnya aku meniup lilinnya itu. Dan aku berharap agar itu semua terkabulkan. Kemudian aku memeluk Eomma dan Appa
“Aku menyayangi kalian.” Bisikku di telinga Appa dan Eomma yang dekat dengan kepalaku
“Kami juga menyayangimu. Selalu….” Balas bisikkan dari Eomma
“Baiklah, waktunya potong kue….” Ajak Appa yang sudah tak sabar untuk memakan kue ini
“Baiklah, aku akan potong. Ini yang buat sapa.?” Ucapku sambil memotong kue dan meletakkan di piring yang sudah disediakan
“Eomma dan Appa yang membuat. Semoga kau menyukainya” Sahut Appa sambil mencolek krim kuenya dan menyalurkan ke pipi Eomma dan aku
“Appa… Kajima” Ucapku sambil membalasnya
“ini, untuk Eomma dan Appa.” Kataku sambil memberikan kue itu pada mereka. Dan mencium pipi mereka
*saat sudah pukul 9, dan sudah melakukan kegiatan (mandi, memilih pakaian, berdandan, dll)
“Ayo kita jalan-jalan untuk merayakan Ultah Janney.” Ajak Appa sambil menarikku dan juga Eomma
“Ne ne ne….” Sahutku sambil berusaha melepaskan tangan Appa untuk kembali mengambil tas.ku
“Kita kemana.?” Tanya Eomma
“Oh, katanya sekarang ada bazar buku. Ayo kita kesana Appa” Saranku. Karena memang aku suka membaca dan sekarang penerbitan buku yang aku tunggu-tunggu ‘Don’t say Goodbye’
“Oke, kita berangkaatttt” Sahut Appa yang begitu semangatnya
saat sampai di tempat bazaar itu, ternyata sudah ramai sekali.
“Eomma Appa, ayo kita kesana.” Ujarku
“Ne, kajja.” Sahut Eomma yang tengah menggandeng tanganku dan Appa juga
Saat sampai tempat bazar, aku pun menggeledah keranjang yang berisi tumpukan buku. Aku hanya ingin mencari buku itu.
“Baiklah.” Balasku
Aku berharap, kebahagiaan ini tak akan hilang. Aku akan selalu bersama Appa dan Eomma. Semoga mereka panjang umur agar dapat melewati kebahagiaan seperti ini lagi
“buhhh…” akhirnya aku meniup lilinnya itu. Dan aku berharap agar itu semua terkabulkan. Kemudian aku memeluk Eomma dan Appa
“Aku menyayangi kalian.” Bisikku di telinga Appa dan Eomma yang dekat dengan kepalaku
“Kami juga menyayangimu. Selalu….” Balas bisikkan dari Eomma
“Baiklah, waktunya potong kue….” Ajak Appa yang sudah tak sabar untuk memakan kue ini
“Baiklah, aku akan potong. Ini yang buat sapa.?” Ucapku sambil memotong kue dan meletakkan di piring yang sudah disediakan
“Eomma dan Appa yang membuat. Semoga kau menyukainya” Sahut Appa sambil mencolek krim kuenya dan menyalurkan ke pipi Eomma dan aku
“Appa… Kajima” Ucapku sambil membalasnya
“ini, untuk Eomma dan Appa.” Kataku sambil memberikan kue itu pada mereka. Dan mencium pipi mereka
*saat sudah pukul 9, dan sudah melakukan kegiatan (mandi, memilih pakaian, berdandan, dll)
“Ayo kita jalan-jalan untuk merayakan Ultah Janney.” Ajak Appa sambil menarikku dan juga Eomma
“Ne ne ne….” Sahutku sambil berusaha melepaskan tangan Appa untuk kembali mengambil tas.ku
“Kita kemana.?” Tanya Eomma
“Oh, katanya sekarang ada bazar buku. Ayo kita kesana Appa” Saranku. Karena memang aku suka membaca dan sekarang penerbitan buku yang aku tunggu-tunggu ‘Don’t say Goodbye’
“Oke, kita berangkaatttt” Sahut Appa yang begitu semangatnya
saat sampai di tempat bazaar itu, ternyata sudah ramai sekali.
“Eomma Appa, ayo kita kesana.” Ujarku
“Ne, kajja.” Sahut Eomma yang tengah menggandeng tanganku dan Appa juga
Saat sampai tempat bazar, aku pun menggeledah keranjang yang berisi tumpukan buku. Aku hanya ingin mencari buku itu.
Jonghyun P.O.V
Huh, ramai sekali. Aku pun sampai tidak melihat Janey
dimana. Lho, Janey mana.?
“Krys~ah, kau melihat Janey.?” Tanyaku pada Krystal sambil menikmati tempat duduk di tengah keramaian itu
“Tuh, yang lagi sibuk membongkar buku yang di keranjang” Jawabnya sambil menunjuk ke satu arah
“Ah, Geurae.” Sahutku lega
“Oh ya, aku lupa. Aku meninggalkan dompet dan Handphone ku di mobil. Aku akan mengambilnya. Pinjam kuncinya” Ucap Krystal sambil menodohkan tangannya ke depan mukaku
“Igo” Balsaku sambil menyerahkan kunci mobil padanya
“Oke, Chamkkan” Sahut Krystal sambil mengedipkan 1 mata padaku dan segera pergi ke tempat mobil di parkir tadi
Aku pun kaget, tiba-tiba
BRRUUUAAAKKKKKKKK……………………..
Suara itu sungguh keras karena orang-orang di sini tiba-tiba diam. Aku pun menoleh ke belakang dan..
“KRYS~AH………………………………” teriakku yang telah mengagetkan Janey juga
aku pun berlari sekencang-kencangnya. Aku melihat darah berceceran ke jalan yang di aspal itu.
“ANDWAEEEEEEEE……….. Krys~ah, bangunlah…” Ucapku pada Krystal yang tak membuka matanya dan aku hanya melihat tangannya yang bergetar
“EOMMA……” Janey pun juga segera mendekat pada Krystal
“Bukalah matamu, jebal….” Pintaku pada Krystal. Dan berharap Krystal membuka matanya
“Eomma… Andwae… Bangunlah Eomma…. Hiks hiks” Pinta Janey juga. Dia pun meneteskan air matanya
“Krys~ah, kau melihat Janey.?” Tanyaku pada Krystal sambil menikmati tempat duduk di tengah keramaian itu
“Tuh, yang lagi sibuk membongkar buku yang di keranjang” Jawabnya sambil menunjuk ke satu arah
“Ah, Geurae.” Sahutku lega
“Oh ya, aku lupa. Aku meninggalkan dompet dan Handphone ku di mobil. Aku akan mengambilnya. Pinjam kuncinya” Ucap Krystal sambil menodohkan tangannya ke depan mukaku
“Igo” Balsaku sambil menyerahkan kunci mobil padanya
“Oke, Chamkkan” Sahut Krystal sambil mengedipkan 1 mata padaku dan segera pergi ke tempat mobil di parkir tadi
Aku pun kaget, tiba-tiba
BRRUUUAAAKKKKKKKK……………………..
Suara itu sungguh keras karena orang-orang di sini tiba-tiba diam. Aku pun menoleh ke belakang dan..
“KRYS~AH………………………………” teriakku yang telah mengagetkan Janey juga
aku pun berlari sekencang-kencangnya. Aku melihat darah berceceran ke jalan yang di aspal itu.
“ANDWAEEEEEEEE……….. Krys~ah, bangunlah…” Ucapku pada Krystal yang tak membuka matanya dan aku hanya melihat tangannya yang bergetar
“EOMMA……” Janey pun juga segera mendekat pada Krystal
“Bukalah matamu, jebal….” Pintaku pada Krystal. Dan berharap Krystal membuka matanya
“Eomma… Andwae… Bangunlah Eomma…. Hiks hiks” Pinta Janey juga. Dia pun meneteskan air matanya
Krystal P.O.V
Aku kedinginan…. Sekujur tubuhku terasa berat. Aku juga
merasa pusing yang berkali kali kali lipat
aku mendengar rintihan suara Jjong Oppa dan juga Janey. Aku berusaha membuka mataku, tetapi tidak bisa. Terasa begitu berat. Tiba-tiba aku merasakan ada air hangat yang menetes di pipiku. Aku juga mendengarkan suara tangisan Janey. Aku harus membuka mataku. Apapun yang terjadi, aku harus membuka mataku. Sedikit demi sedikit, perlahan-lahan ku buka mataku. Dan ternyata benar, Janey menangis. Aku paling tidak tahan jika Janey menangis
“Hey, kenapa kau menangis.? Eomma tidak apa-apa” Jelasku dengan terbata-bata karena aku menahan sakit yang ada di sekujur tubuhku.
aku harus menghentikan tangisan Janey, walaupun aku kesakitan disini
“Apanya yang tidak apa-apa.?” Bentak Jjong Oppa
“Ya! Tolong telpon Ambulance. Palli !!” Suruh Jjong Oppa ke orang-orang yang melihatiku
“Janey, berhentilah menangis. Jebal…. Eomma tidak kuat jika kau menangis…” Ujarku
“Keundae Eomma…. Kau harus sehat kembali. Aku tidak menginginkan di hari ultahku ini ada musibah seperti ini.” Sahut Janey sambil menangis dan memegangi tanganku yang berlumuran darah
“Mianhae Janey, Eomma tidak dapat menjadi Eomma yang baik. Karena membuat hari yang special menjadi hari yang buruk” Jawabku terbata-bata lagi
“Ani, gwaenchana Eomma.. yang penting Eomma harus sehat.” Pinta Janey dengan raut wajah yang sangat sedih
“Arrghtt…” Teriakku kesakitan
“EOMMA…..” teriak Janey
“KRYS~AH…..” teriak Jjong Oppa juga
“Mian.. Jeongmal Mianhae. Aku telah membuat hari yang terburuk. Terutama buat Janey” Ujarku
aku sudah tak tahan lagi. sakit ini menyiksaku. Sungguh rasanya tubuhku terpecah-pecah
“Arghht… JjongPpa, tolong jaga Janey untukku. Janey sayang, tolong jaga Appamu demi Eomma ya” Pintaku terbata-bata pula
“Eomma, andwae. Tadi aku membuat permintaan agar kita bisa bahagia selamanya. Kau tidak boleh pergi…” Tangis Janey yang membuatku menangis juga
“Krys~ah, bertahanlah. Bantuan akan datang sebentar lagi.” Ucap Jjong Oppa
“A…ku.. su……dah ti..dak… taha..n la..gi” rintihku.
“Eomma, kau tidak boleh pergi….. Eommaaaa….. Kajima….” Ucap Janey
“Gomawo Janey, kau sudah menjadi anak yang baik. Yang penurut. Eomma bangga punya anak sepertimu. Aku sudah tidaak tahan lagi” Sahutku terbata-bata
“Bertahanlah…” Pinta Jjong Oppa sambil memegang erat tanganku
“Arght, kalian harus berjanji akan saling menjaga. Aku akan tenang disana jika kalian bahagia.” Ucapku dengan suara pelan
“Goodbye Janey, JjongPpa….. Aku sudah… tak tahan….lagi” rintihku semakin panjang
“Don’t say Goodbye Eomma” “Don’t say Goodbye Krys~ah” Ucap Janey dan JjongPpa bersama
“Aku sayang kalian… Goodb..” Ujarku tidak tahan
nyawaku seperti dicabut keluar. aku melihat di langit, ada seseorang yang menjemputku. Aku pun mengikutinya. Dan aku melihat Janey dan Jjong Oppa menangis. Tetapi aku merasa aneh. Aku tidak merasakan sakit sama sekali. Tetapi aku lega, aku dapat mengucapkan apa yang harus aku katakan pada mereka. Goodbye Janey…. Goodbye Jjong Oppa
aku mendengar rintihan suara Jjong Oppa dan juga Janey. Aku berusaha membuka mataku, tetapi tidak bisa. Terasa begitu berat. Tiba-tiba aku merasakan ada air hangat yang menetes di pipiku. Aku juga mendengarkan suara tangisan Janey. Aku harus membuka mataku. Apapun yang terjadi, aku harus membuka mataku. Sedikit demi sedikit, perlahan-lahan ku buka mataku. Dan ternyata benar, Janey menangis. Aku paling tidak tahan jika Janey menangis
“Hey, kenapa kau menangis.? Eomma tidak apa-apa” Jelasku dengan terbata-bata karena aku menahan sakit yang ada di sekujur tubuhku.
aku harus menghentikan tangisan Janey, walaupun aku kesakitan disini
“Apanya yang tidak apa-apa.?” Bentak Jjong Oppa
“Ya! Tolong telpon Ambulance. Palli !!” Suruh Jjong Oppa ke orang-orang yang melihatiku
“Janey, berhentilah menangis. Jebal…. Eomma tidak kuat jika kau menangis…” Ujarku
“Keundae Eomma…. Kau harus sehat kembali. Aku tidak menginginkan di hari ultahku ini ada musibah seperti ini.” Sahut Janey sambil menangis dan memegangi tanganku yang berlumuran darah
“Mianhae Janey, Eomma tidak dapat menjadi Eomma yang baik. Karena membuat hari yang special menjadi hari yang buruk” Jawabku terbata-bata lagi
“Ani, gwaenchana Eomma.. yang penting Eomma harus sehat.” Pinta Janey dengan raut wajah yang sangat sedih
“Arrghtt…” Teriakku kesakitan
“EOMMA…..” teriak Janey
“KRYS~AH…..” teriak Jjong Oppa juga
“Mian.. Jeongmal Mianhae. Aku telah membuat hari yang terburuk. Terutama buat Janey” Ujarku
aku sudah tak tahan lagi. sakit ini menyiksaku. Sungguh rasanya tubuhku terpecah-pecah
“Arghht… JjongPpa, tolong jaga Janey untukku. Janey sayang, tolong jaga Appamu demi Eomma ya” Pintaku terbata-bata pula
“Eomma, andwae. Tadi aku membuat permintaan agar kita bisa bahagia selamanya. Kau tidak boleh pergi…” Tangis Janey yang membuatku menangis juga
“Krys~ah, bertahanlah. Bantuan akan datang sebentar lagi.” Ucap Jjong Oppa
“A…ku.. su……dah ti..dak… taha..n la..gi” rintihku.
“Eomma, kau tidak boleh pergi….. Eommaaaa….. Kajima….” Ucap Janey
“Gomawo Janey, kau sudah menjadi anak yang baik. Yang penurut. Eomma bangga punya anak sepertimu. Aku sudah tidaak tahan lagi” Sahutku terbata-bata
“Bertahanlah…” Pinta Jjong Oppa sambil memegang erat tanganku
“Arght, kalian harus berjanji akan saling menjaga. Aku akan tenang disana jika kalian bahagia.” Ucapku dengan suara pelan
“Goodbye Janey, JjongPpa….. Aku sudah… tak tahan….lagi” rintihku semakin panjang
“Don’t say Goodbye Eomma” “Don’t say Goodbye Krys~ah” Ucap Janey dan JjongPpa bersama
“Aku sayang kalian… Goodb..” Ujarku tidak tahan
nyawaku seperti dicabut keluar. aku melihat di langit, ada seseorang yang menjemputku. Aku pun mengikutinya. Dan aku melihat Janey dan Jjong Oppa menangis. Tetapi aku merasa aneh. Aku tidak merasakan sakit sama sekali. Tetapi aku lega, aku dapat mengucapkan apa yang harus aku katakan pada mereka. Goodbye Janey…. Goodbye Jjong Oppa
Janey P.O.V
Tuhan…. Mengapa
seperti ini.? Permintaanku tidak kau kabulkan.? Mengapa pas disaat ultahku
ini.? Aku tidak ingin berpisah dengan Eomma. Aku sangat menyayanginya lebih
dari diriku sendiri
“ANDWAAEEEEEE………. EOMMMAAAAAAAAA” teriakku sekencang-kencangnya
“Don’t say Goodbye Eomma…. L” Ucapku dengan suara pelan
“KAMI MENYAYANGIMUU EOMMAAAAA” teriakku agar Eomma disana mendengarnya juga. Walaupun di lihat oleh orang-orang disekitar
*1minggu kemudian
“Appa….Kajja.” Ajakku
“Eo. Kajja” Balas Appa
saat diperjalanan hatiku merasa hampa. Bagaikan tong sampah yang tak ada isi
saat sudah sampai pemakaman Eomma, aku pun memberi hormat. Dan setelah itu, aku serasa berbicara pada Eomma langsung. Ya, walaupun tidak ada jawaban, setidaknya Eomma mendengarku
Eomma, aku berjanji untuk menjaga Appa untukmu, Eomma…. Kau juga harus menepati janjimu, kau harus bahagia disana. Aku selalu menyayangimu Eomma. Kau selalu dihatiku dimanapun kau berada.
semoga Eomma mendengarkan ucapanku tadi.
“ANDWAAEEEEEE………. EOMMMAAAAAAAAA” teriakku sekencang-kencangnya
“Don’t say Goodbye Eomma…. L” Ucapku dengan suara pelan
“KAMI MENYAYANGIMUU EOMMAAAAA” teriakku agar Eomma disana mendengarnya juga. Walaupun di lihat oleh orang-orang disekitar
*1minggu kemudian
“Appa….Kajja.” Ajakku
“Eo. Kajja” Balas Appa
saat diperjalanan hatiku merasa hampa. Bagaikan tong sampah yang tak ada isi
saat sudah sampai pemakaman Eomma, aku pun memberi hormat. Dan setelah itu, aku serasa berbicara pada Eomma langsung. Ya, walaupun tidak ada jawaban, setidaknya Eomma mendengarku
Eomma, aku berjanji untuk menjaga Appa untukmu, Eomma…. Kau juga harus menepati janjimu, kau harus bahagia disana. Aku selalu menyayangimu Eomma. Kau selalu dihatiku dimanapun kau berada.
semoga Eomma mendengarkan ucapanku tadi.
Jonghyun P.O.V
Aku serasa
tidak ada apa-apa tanpa dirimu. Dunia ini tampak begitu indah jika bersamamu
dan Janey. Tetapi, sejak kau tiada, dunia ini menjadi biasa seperti sebelum aku
bertemu denganmu dulu. Kau telah berjuang selama ini. Kau adalah Eomma yang
terbaik. Kau adalah segalanya bagiku dan pastinya bagi Janey juga. Semoga kau
bahagia di sana. Kau mendapatkan kehidupan yang layak disana. Aku juga
berjanji, akan menjaga Janey sampai dewasa nanti. Sampai aku tiada…. Aku
mencintaimu… jeongmal saranghaeyo J…. muach
aku pun mencium nisan yang tertancap di makam Krystal.
tiba-tiba
“Appa, aku menyayangimu. Kau jangan meninggalkanku juga ya…. Kalau kau meninggalkanku, aku tidak mempunyai siapa-siapa lagi” Ujar Janey sambil memelukku dan aku mendengar suara desah tangisnya
“Eo.. Appa akan menjagamu. Akan selalu ada disisimu. Kita tidak boleh membuat Eomma kecewa disana. Ara. ?” Balasku sambil memeluk Janey
“Ne, Appa. Aku sayang Appa dan Amma” Ucap Janey yang samil melirik ke pemakaman Eommanya itu
aku dan Janey pun pulang.
kami akan selalu mengenangmu. Saranghaeyo ♥
We always love u ♥
aku pun mencium nisan yang tertancap di makam Krystal.
tiba-tiba
“Appa, aku menyayangimu. Kau jangan meninggalkanku juga ya…. Kalau kau meninggalkanku, aku tidak mempunyai siapa-siapa lagi” Ujar Janey sambil memelukku dan aku mendengar suara desah tangisnya
“Eo.. Appa akan menjagamu. Akan selalu ada disisimu. Kita tidak boleh membuat Eomma kecewa disana. Ara. ?” Balasku sambil memeluk Janey
“Ne, Appa. Aku sayang Appa dan Amma” Ucap Janey yang samil melirik ke pemakaman Eommanya itu
aku dan Janey pun pulang.
kami akan selalu mengenangmu. Saranghaeyo ♥
We always love u ♥
_The End_
Don't be Silent readers guys :)
